Minggu, 14 April 2013

TATA SURYA 1


Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentukelips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam,sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan),Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan olehPierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Akibatgaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalamdan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.
Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimaldan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.
Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.
Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

PRINSIP – PRINSIP GEOGRAFI


Dalam studi geografi , kita mengenal empat prinsip utama , yaitu prinsip persebaran , interrelasi , deskripsi dan kronologi .Keempat prinsip ini merupakan dasar dalam uraian , pengkajian , dan pengungkapan gejala,variabel , faktor , dan masalah gegrafi (Nursid sumaatmadja , 1998 : 42 ).
1.       Prinsip persebaran , artinya bahwa gejala , kenampakan dan masalah yang terdapat di ruang muka bumi  persebarannya sangat bervariasi . Ada yang tersebar secara merata , bergerombol di wilayah – wilayah tertentu, ataupun sama sekali tidak merata .Karena itu , dapat diketahui di daerah mana saja objek tersebut berada ? Bagaimana persebarannya ? Misalnya , daerah persebaran daerah rawan longsor di Jawa Barat .Oleh karena tidak semua wilayah Jawa Barat merupakan daerah rawan longsor maka di wilayah mana saja terdapat daerah longsor ? Jawabannya terdapat di sekitar Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat .
2.       Prinsip Interrelasi , artinya bahwa antara komponen atau aspek-aspek lingkungan geografi senantiasa ada hubungan timbal balik atau saling keterkaitan satu sama lain. Prinsip interrelasi didasarkan pada hubungan antara satu gejala dengan gejala lain atau antar objek fisik yang satu dengan objek fisik lainnya . Misalnya , daerah longsor sangat berkaitan dengan morfologi wilayahnya . Karena Zona Selatan Jawa Barat merupakan wilayah pegunungan maka morfologinya berbukit-bukit , sehingga memiliki banyak lereng yang terjal.
3.       Prinsip Deskripsi , merupakan cara pemaparan hasil pengkajian studi geografi terhadap gejala , fenomena , atau masalah yang ada . Penjelasan atau deskripsi hasil pengkajian terebut dapat berupa uraian , peta , chart , tabel , grafik , citra , maupun media lainnya . Misalnya , melalui peta dapat dilihat persebaran daerah rawan longsor  Jawa Barat .
4.       Prinsip ekologi , merupakan gabungan atau perpaduan dari ketiga psinsip diatas . Dalam prinsip ini gejala dan permasalahan geografi dianalisis persebarannya , interaksi dan interrelasinya dari berbagai aspek yang mempengaruhinya . Misalnya , dapat diketahui bahwa sering terjadinya lonsor di Zona Selatan Jawa Barat karena morfologinya yang berbuit-bukit. Selain itu , mungkin juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang membuka hutan untuk lahan pertanian atau memotong lereng untuk jalan .

Dalam mengkaji  fenomena geosfer , keempat prinsip ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu  sama lain .

Sumber : Waluya , Bagja . 2009 . BSE Geografi SMA/MA Untuk Kelas X, Semester 1 dan 2. Bandung : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional


Sabtu, 13 April 2013

GERHANA


Bumi dan bulan merupakan benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri . Tanpa adanya cahaya matahari yang dipantulkan oleh bumi maupun bulan , maka bumi tidak akan kelihatan dari bulan , demikian juga bulan tidak akan kelihatan dari bumi . Apabila dalam peredarannya , baik bumi maupun bulan berada dalam suatu garis lurus dengan matahari maka memungkinkan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan .
A.   Gerhana Matahari
Gerhana matahari adalah gerhana  yang terjadi akibat bayang-bayang bulan mengenai bumi , artinya cahaya matahari yang menuju bumi pada siang hari terhalang oleh bulatan bulan . Oleh karena diameter bulan tidak lebih besar daripada diameter bumi mak gerhana matahari hanya terjadi pada sebagian kecil permukaan bumi sja dan hanya berlangsung kurng lebih 7 menit .



B.    Gerhana Bulan
Gerhana bulan adalah gerhana yang terjai akibat bayang-bayang bumi mengenai bulan , artinya cahaya matahari yang menuju bulan pada malam hari terhalang oleh bulatan bumi . Karena diameter bumi lebih besar daripada diameter bulan , seluruh bulatan bulan akan tertutup oleh bulatan bumi , sehingga ketika terjadi peristiwa gerhana bulan maka seluruh permukaan bumi yang pada saat itu sedang malam hari akan mengalami gerhana bulan yang berlangsung kurang lebih 1 jam 40 menit .



Sumber : Waluya , Bagja . 2009 . BSE Geografi SMA/MA Untuk Kelas X, Semester 1 dan 2. Bandung : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

JENIS-JENIS VEGETASI ALAM BERDASARKAN IKLIM


Ada beberapa jenis vegetasi alam berasarkan iklim , yaitu :
1.       Padang Rumput
Padang rumput adalah suatu wilayah yang tumbuhannya di dominasi oleh rerumputan dengan karakteristik wilayah sebagai berikut :
a)    Terletak di daerah tropis sampai subtropis
b)   Curah hujan antara 25-50 cm pertahun
c)    Terdapat di derah bsah , seperti Amerika Utara dan India .


Gambar Padang rumput

2.       Gurun
Gurun merupakan daerah tandus yang berbatasan dengan padang rumput  dan semakin menjauh dari padang rumput maka akan semakin gersang . Ciri-ciri gurun adalah :
a)    Curah hujan rendah ( <25 cm per tahun)
b)   Hujan turun tidak teratur dn tidk pernah lebat
c)    Matahari sng terik (pada musim panas suhu dapat mncapai 40o C )
d)   Amplitudo harian sangat besar


Gambar Gurun

3.       Tundra
Tundra adalah daerah dingin (beku) , dengan ciri-ciri :
a)    Terletak hanya di daerah kutub utara
b)   Memiliki iklim kutub
c)    Pohon rendah atau amat pendek (semak) dan lumut
d)   Masa pertumbuhan vegetasi sangat pendek


Gambar Tundra

4.       Hutan Basah
Hutan basah terdapat di daerah tropis dan subtropis .Hutan ini sepanjang  tahun selalu mendapatkan air dan mempunyai spesies pepohonan yang beragam . Ciri-ciri adalah :
a)    Masa pertumbuhannya lama
b)   Jenis tumbhannya banyak
c)    Ketinggian 20 m sampai 40 m
d)   Berdaun lebar
e)   Hutan basah
f)     Jenis pohon sulur hingga kayu keras


Gambar Hutan Basah

5.       Hutan gugur
Hutan ini selalu didominasi padang rumput , juga mempunyai tumbuhan yang daunnya gugur pada musim gugur . adapu ciri-cirinya yaitu :
a)    Curah hujan merata sepanjang tahun
b)   Curah hujan antara 75 cm sampai 100 cm pertahun
c)    Terdapat di daerah yang memiliki 4 musim
d)   Pohon tidak terlalu rapat
e)   Ketinggian tumbuhan 10 m – 20 m
f)     Spesiesnya sedikit


Gambar Hutan Gugur

6.       Taiga
Hutang yang didominasi ileh tanaman pinus berdaun seperti jarum . Persebarannya di Indnesia sangat merata dan beraneka. Banyak tumbuhan yang hanya tumbuh di indonesia (endemic) . Dari 300.000 jenis tumbuhan di bumi ini , kurang lebih 37.000 jenis (12,3%) terdapat di indonesia . Hal ini dikarenakan indonesia  terletak di antara dua kawasan biogeografi , yaitu Oriental dan Australia .
Ada beberapa jenis tumbuhan langka yang tumbuh di indonesia , misalnya bunga Raflesia di Begkulu , Nangroe Aceh Drussalam , Sumatra Barat , Kalimantan Timur , Jambi dan Jawa Barat . Jenis tanaman yang mencirikan  taiga :
a)    Salacca salcca kultivar pondoh ( salak pondoh ) dari Yogyakarta ( SleSman )
b)   Salacca zalaccurtivar condet ( salak condet ) dari DKI Jakarta
c)    Santalum album ( Cendana ) dari daerah Nusa Tenggara Timur ( Pulau Timur )
d)   Mextroxylon sagu ( Sagu )  dari daerah Maluku dan Papua .

Gambar Taiga

Sumber : Waluya, Bagja . 2009. BSE Geografi SMA/MA Untuk Kelas X , Semester 1 dan 2, Bandung : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

                                                                                                                      

Jumat, 12 April 2013

JAGAT RAYA

Jagat raya adalah istilah lain dari alam semesta . Jagat raya adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada , termasuk bumi tempat manusia hidup . Di jagat raya terdapat bermilyar-milyar bintang , planet-planet , komet , metor . Selain itu , di jagat raya juga terdapat debu , kabut dan gas .
1.Teori terbentuknya tata surya
 Terdapat dua teori utama yang menjadi dasar terjadinya alam semesta atau jagat raya ini , yaitu teori ledakan besar dan teori mengembang dan memampat .
A . the bigbang theory ( teori ledakan besar )
                Teori big bang menyatakan bahwa jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengn berat jenis besar pula yang mengalami ledakan yang sangat dahsyatkarena adanya reaksi pada inti massa . Ketika terjadi ledakan besar , bagian dari massa tersebut berserakan terpental menjauhi pusat ledakan . milyaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental itu membentuk kelompok-kelompok yang sering kita sebut yaitu galaksi-galaksi .
B . the oscillating theory ( teori mengembang dan memampat )
                Menurut teori ini jagat raya terbentuk karena adanya suat siklus materi yag diawali dengan masa ekspansi atau mengembang yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen , pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi . Tahap ini berlangsung kurang lebih selama 30 milyar tahun , seteah itu galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup , kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran pans yang sangat tinggi . kemudian tahap selanjutnya adalah tahap mengembang dan setelah itu memampat lagi .
 2.    Galaksi
Galaksi adalah kumpuln bintang-bintang  yang membentuk suatu sistem yang terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggota yang bergerak mengelilinginya secara teratur . Suatu galaksi pada umumnya terdiri atas milyaran bintang yang memiliki ukuran , karakterstik dan warna yang beranekaragam.
Galaksi – galaksi yang diamati oleh para astronom sejauh ini terdiri atas 75% galksi spiral , 20 % galaksi elips , dan 5% galaksi tak beraturan .Tetapi berdsarkan data diatas bukan berarti gakasi spiral yang paling banyak terdapat di jagat raya ini , karena galaksi yang paling banyak di jagat raya ini adalah galaksi elips . Galaksi dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan garis besar dan menurut morfologinya , yaitu :
§  Galaksi spiral
Galaksi spiral memiliki bentuk spiral yang indah , sehingga galaksi spiral paling umum dikenal oleh orang-orang . Galaksi kita adalah galaksi spiral , dan anggota dari galaksi ini adaah bintang-bintang tua dan muda .bintang-bintang tua terdapat di gugus-gugus bola yang tersebar menyelimuti galaksi . Bagian – bagian utama galaksi spiral , yaitu :
*      Halo
*      Bidang galaksi ( termasuk lengan spiral )
*      Bulge ( bagian pusat galaksi yang menonjol )
Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang berjumlah puluhan sampai ratusan ribu bntang yang lahir bersama-sama , mengumpul berbentuk bola . Gugus bola inilah yang membentuk halo bersama-sama dengan bintang-bintang yang tidak terdapat  di bidang galaksi .
Bintang-bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih banyak diselimuti oleh materi antar bintang , yaitu bahan yang bintang tersebut . Bulge pada galaksi spiral adalah bagin yang paling padat .
Pada  Bima Sakti , pusat galaksi terdapat  di arah Rasi Sagitarius , tetapi kita tidak dapat mengamatinya dengan mudah , karena materi antar bintang banyak meyerap cahaya yang berasal dari pusat galaksi . Galaksi spiral memipih dan membentuk bidang galaksi hal ini disebabkan oleh kecepatan rotasinya yang besar .
Besar kecilnya ecepata rotasi pada galaksi spiral bergntung pada massa galaksi tersebut . Semakin kearah pusat galaksi , kecepatan rotasinya semakin besar . selain Bima Sakti , contoh dari galaksi spiral adalah andromeda . Ukuran andromeda sedikit lebih besar dari pada Bima Sakti . Andromeda dan Bima Sakti termask galaksi spiral raksasa  Jarak galaksi andromeda sekitar 2,5 juta tahun cahaya . Untk mengarungi jarak sejauh itu , cahaya memerlukan waktu 2,5 juta tahun . Ini berarti bahwa cahaya yang kita terima dari galaksi ini adalah cahaya yang dikirimnya 2,5 juta tahn yang lalu yang menggambarkan keadaan galaksi tersebut pada waktu itu .



Gambar galaksi spiral
 §  Galaksi Elips
Galaksi elips memiliki bentuk elips . Galaksi berbentuk elips meliputi 17% dari jumlah galaksi yang telah dikenal .Galaksi ini menyerupai bentuk dasar bulatan besar yang berbentuk lonjong ( elips ) di angkasa yang memancarkan sinar yang relatif terang . Contoh
 : Galaksi Fornax dan Galaksi Skulpter



Gambar galaksi elips
§  Galaksi Tak Beraturan
Galaksi tak beraturan merpakan galaksi yang tidak mempunyai bentuk dasar spiral ataupun elips . Galaksi ini terlihat seperti suatu kumpulan bintang dan benda-benda angkasa lainnya yang letaknya tidak beraturan . Contoh : Galaksi Magellan









Gambar galaksi tak beraturan


  • Galaksi Bima Sakti
Bima sakti termasuk golongan galaksi spiral yang mempunyai bentuk cakram . Diameter galaksi ini mencapai panjang 100.000 tahun cahaya . Artinya , cahaya dengan kecepatan sebesar 300 juta m /detik akan menyelesaikan perjalanan dari sat ujung galaksi ke ujung yang lain dalam waktu 100.000 tahun . Galaksi ini terdiri atas bintang-bintang individual , awan antar bintang , dan gugus bintng . Ada dua macam gugus bintang , yaitu gugus terbuka dn gugus tertutup .Gugus teruka terdiri atas ribuan bintang dengan gaya gravitasi timbal balik cukup lemah yang bergerak bersama dalam ruang angkasa . Gugus ini terletak di cakram utama dan lengan galaksi bima sakti .Adapun gugus tertutup  gugus tertutup merupakan ggus bintang yang berbentuk bola dan simetris dengan anggota ratusan ribu bintang .Gugus tertutup ini berhamburan dan membentuk suatu sistem gugus yang berpusat pada pusat galaksi , seperti kerumunan lebah disekitar bunga . Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari psat galaksi . Diperkirakan bahwa waktu edar matahari terhadap pusat galaksi sekitar 220 juta tahun .Dalam lingkungan bimasakti, Matahari adalah salah satu dari 200 milyar anggota bima sakti .Jarak antar bintang dilingkungan galaksi berkisar antara 4 hingga 10 tahun cahaya . Bintang terdekat dari matahari yaitu Proxima centauri yng berjarak 4,23 tahun cahaya . Semakin kearah pusat galaksi , jumlah bintang semakin banyak ,artinya nilai kerapatan bintang semakin besar .




Gambar galaksi bima sakti
3 . Nebula
          Nebula adalah kabut atau awan debu dan gas yang bercahaya dalam suatu umpulan sangat luas . Nebula banyak diyakini oleh para ahli sebagai suatu materi cikal bakal terbentuknya suatu sistem bintang , seperti sistem bintang matahari atau biasa disebut tata surya . Nebula yang terkenal , antara lain :
*      Nebula Orion M42
*      Nebula Trifid di Sagitarius

Contoh Nebula




4 . Rasi Bintang
                Rasi Bintang atau Konstelasi Bintang adalah kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan letaknya berdekatan . Contohnya Rasi Bintang Pari ( crux ) merupakan kumpulan dari empat bintang yang letaknya berdekatan , yakni Bintang Alfa , Gamma , dan Delta . Selain Rasi Bintang Pari , nama-nama rasi bintang lainnya adalah Rasi Bintang Orion , Centauri , Ursa Mayor , Lyra dan Aquila .
Disekitar Ekliptika yang seolah-olah melingkari bola langit terdapat 12 rasi bintang yang disebut Zodiak . 12 Rasi Bintang yang ada di sekitar ekliptika , yaitu :
*      Aries
*      Taurus
*      Gemini
*      Cancer
*      Leo
*      Virgo
*      Libra
*      Scorpio
*      Sagitarius
*      Capricorn
*      Aquarius
*      Pisces

Gambar 12 Rasi Bintang






5 . Bintang

                Bintang adalah benda angkasa berbentuk bulat yang mempunyai cahaya sendiri . slah satu bintang yang paling kita kenal adalah bintang matahari . Nama-nama bintang lainnya yaitu , Polaris , Antares , Aldaberan , Sirius , Spica , Betelguese , Hidra , Pegasus , Carina , dan lain-lain.

                Magnitudo adalag derajat terang atau tingkat kecemerlangan bintang . Magnitudo di hitung dari 1 sampai 6 . Bintang yang magnitudonya 1 lebih terang 2,5 kali daripada bintang yang magnitudonya 2  , dan seterusya . Bintang pada tingkat kecemerlangan lebih terang daripada bintng bermgnitudo 1 diberi tanda – (minus) . Matahari sebagai salah satu bintang yang mempunyai magnitudo sekitar -26,8 , artinya matahari merupakan bintang yang sangat cemerlang bila dilihat dari bumi . Hal ini dikarenakan letaknya paling dekat dengan bumi . Sedangkan bintang yang sangat jauh dan hampir tidak terlihat oleh mata disebut bintang bermagnitudo 6  .


Gambar bintang sirius








Sumber :Waluya, Bagja . 2009 .BSE Geografi SMA/MA Untuk Kelas X, Semester 1 dan 2. Bandung : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional